Rabu, 31 Desember 2014

Peng.Bisnis sm.I



Tema           : Kemaritiman
Judul           : Perkembangan Kemaritiman Indonesia terhadap Pariwisata


PENDAHULUAN

Sejarah yang mengkaji masalah kemaritiman (maritime history), biasanya mempunyai bidang-bidang kajian seperti perdagangan laut, teknologi kelautan, perompakan, nelayan, pelabuhan, dan sebagainya. Sudah barang tentu, pengkajian terhadap sejarah maritim ini juga terkait dengan aspek-aspek lain seperti kota pelabuhan, kepariwisataan, maupun masalah-masalah yang terjadi di sekitar daerah pesisir atau pantai. Selanjutnya, untuk memahami eksistensi sebuah pelabuhan, maka perlu memahami arti pelabuhan itu sendiri, sehingga dapat diketahui peran apa yang dimainkan oleh sebuah pelabuhan. Pelabuhan mempunyai empat arti, yaitu : Pertama, arti ekonomis karena pelabuhan mempunyai fungsi sebagai tempat ekspor impor dan kegiatan ekonomi lainnya yang saling berhubungan sebab akibat . Kedua, arti budaya karena pelabuhan menjadi tempat pertemuan berbagai bangsa, sehingga kontak-kontak sosial budaya dapat terjadi dan berpengaruh terhadap masyarakat setempat. Ketiga, arti politis karena pelabuhan mempunyai nilai ekonomis dan merupakan urat nadi negara, maka harus dipertahankan.

Keempat, arti geografis karena keterkaitannya dengan lokasi dan syarat-syarat dapat berlangsungnya suatu pelabuhan.Pelabuhan merupakan sebuah sistem jaringan kerja yang saling terkait antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Suatu hal yang jarang dibahas adalah bagaimana sistem jaringan yang saling terkait ini terkait dengan suatu jaringan lain yaitu sistem pariwisata. Perubahan utama dalam sistem pelabuhan biasanya terkait dengan adanya laju arus barang yang semakin meningkat. Hal ini berakibat kebutuhan akan efektivitas dan efisiensi pelabuhan semakin terdesak untuk segera dipenuhi. Peralatan dan tata kerja pelabuhan harus segera disempurnakan . Pelabuhan harus dimodernisasi. Modernisasi ini tidak lain bertujuan untuk meningkatkan peran ekonominya. Lalu, bagaimana pariwisata bisa berperan dalam meningkatkan peran ekonomi suatu pelabuhan, pelabuhan harus dimodernisasi .






ISI

Kemaritiman Akan Kembangkan 24 Pelabuhan
Dalam pertemuan yang membahas investasi antara Indonesia dan Amerika Serikat di Jakarta, Rabu (12/11), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo menyatakan bahwa pemerintah akan mengembangkan pelabuhan baru di Indonesia. Hal ini sejalan dengan target pemerintah ke depan untuk membangun Indonesia menjadi poros maritim dunia. "Pertama adalah pelabuhan, kami akan mengembangkan 24 pelabuhan," jelas Indroyono di depan hadirin. Menko Indroyono mencontohkan pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok. "Di tahun 2009 tanjung priok mendapat 3.6 juta (dolar AS). Targetnya di tahun 2017 akan meningkat jadi 15 juta," jelasnya. Selain itu, untuk mendukung kerjasama yang baik antara AS dan Indonesia, pertemuan ini merangkum tiga poin rekomendasi untuk pemerintah Indonesia. Poin pertama adalah keinginan untuk meningkatkan komunikasi antara pemerintah dan pelaku bisnis guna membahas berbagai masalah yang berhubungan dengan kebijakan. Kedua adalah himbauan untuk menghormati status hukum kontrak yang berlaku dan kepastian hukum. Poin terakhir adalah perlunya upaya untuk memastikan kemudahan dalam melakukan bisnis berkaitan dengan perijinan, infrastruktur, dan prosedur. 
Visi Maritim Pemerintahan Baru Terhadap Perekonomian dan Bisnis
Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla akan mampu memaksimalkan potensi sumber daya maritim Indonesia. Dengan catatan, Jokowi-JK harus membuat kebijakan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi di sektor maritim. Jamaluddin mengatakan, Indonesia memiliki banyak keunggulan di bidang maritim. Hal itu karena Indonesia menjadi pusat keanekaragaman hayati laut di dunia dan memiliki jumlah pulau yang besar serta menegaskan sebagai negara kepulauan. Potensi laut kita sangat besar. Kalau dioptimalkan bisa 65 juta ton per tahun, dan sekarang baru sekitar 14 juta ton per tahun. Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang luar biasa besar. Besarnya SDM itu diperkuat dengan posisi geografis dan geokonomi Indonesia di posisi paling strategis di dunia karena menghubungkan dua samudera, Hindia dan Pasifik. Kalau konsep tol laut yang diusung Jokowi-JK bisa berjalan, maka akan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Di luar itu, Indonesia juga memiliki sumber daya laut di luar keanekaragaman hayati yang potensial dijadikan sumber daya energi. Energi arus laut dapat dimanfaatkan untuk menyediakan energi sehingga krisis energi dapat dihindari oleh Indonesia. Meski begitu, pemerintah selanjutnya juga harus menyadari adanya sejumlah hambatan dalam mengeksplorasi seluruh potensi maritim Indonesia.

Diantaranya adalah rendahnya kualitas SDM yang harus diperkuat dengan berbagai cara, misalnya membangun pusat pendidikan untuk masyarakat nelayan di wilayah pesisir. Peningkatan kualitas SDM itu akan meningkatkan juga daya saing dengan cara kemampuan memanfaatkan teknologi kemaritiman. Setelah ada peningkatan kemamuan, Jamaluddin berharap ada peningkatan jumlah produksi maritim Indonesia. Meski begitu, pemerintah selanjutnya juga harus menyadari adanya sejumlah hambatan dalam mengeksplorasi seluruh potensi maritim Indonesia, manajemen dilihat dalam perspektif suatu cara untuk mengendalikan dan mengembangkan suatu sistem ekonomi dengan melakukan pengaturan terhadap fungsi-fungsi sistem pelabuhan seefisien mungkin. Selain itu sistem pelabuhan juga didukung oleh para pelaku di pelabuhan seperti pejabat dan pegawai pelabuhan, buruh pelabuhan, pedagang, konsumen, dan produsen, serta masyarakat yang hidup di sekitar pelabuhan. Manajemen itu sendiri tidak dapat mengabaikan pendekatan sistem untuk melihat variabel yang saling terkait dan terpengaruh. Dalam konteks ini, peluang bisa diupayakan dengan menyamakan visi dan misi wisata pelabuhan. Dinas dan instansi terkait perlu melakukan kerjasama dan usaha untuk menggali potensi yang ada. Sementara seluruh pelaku bisnis yang terlibat dalam aktivitas pelabuhan juga perlu disadarkan pentingnya sisi wisata di pelabuhan, sehingga mereka akan mendukung kegiatan wisata pelabuhan. Pengaturan aktivitas wisata dengan perangkat peraturan formal sangat penting untuk mengikat dan mempertegas kegiatan wisata di pelabuhan dan mendapat dukungan formal dari para pelaku bisnisnya.














PENUTUP

Indonesia sebagai negara maritim , yang mempunyai wilayah laut lebih besar daripada darat sudah tentu membutuhkan pengkajian yang lebih mendalam terhadap masalah kelautan, sehingga potensi kelautan Indonesia akan dapat diungkapkan dan diketahui secara komprehensif, termasuk dari sisi sejarah maupun pariwisata. Potensi maritim belum mendapatkan prioritas penanganan secara proporsional sehingga berbagai kendala tidak dapat diatasi secara tuntas, terutama menyangkut upaya memelihara langkah dan keterpaduan pembangunan . Pembangunan maritime memerlukan sistem pengelolaan terpadu wilayah pesisir dan lautan . Terdapat berbagai kendala umum yang muncul dalam rangka pemanfaatan laut wilayah nusantara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat , terkait dengan fungsi dan kedudukan laut , seperti kurangnya tenaga ahli , belum meratanya kegiatan industri, maupun belum adanya pengaturan dan pengelolaan yang baik. Namun secara umum peluang bisnis wisata di pelabuhan ini tidak banyak dipikirkan secara serius, apalagi dengan mendudukkan bisnis ini dalam manajemen pelabuhan.
Wisata maritim atau wisata laut, khususnya wisata pelabuhan yang sekarang berlangsung terkesan di atur seadanya, sehingga potensi yang besar tidak tergali. Keindahan alam, proses ekonomi, kondisi fisik, keberadaan kapal-kapal besar dengan berbagai peralatannya yang ada di pelabuhan perlu di atur dan dijual kepada wisatawan. Pelabuhan sebenarnya telah menawarkan pengetahuan, situs historis, pantai dan lingkungan pelabuhan yang indah, sehingga sangat berpotensi untuk mengembangkan wisata ilmu pengetahuan, wisata sejarah, dan wisata maritim/pelabuhan. Apabila potensi ini bisa dikembangkan, maka efek positif yang pertama adalah pelabuhan bisa mengembangkan konsep pemberdayaan karena bisa menjadi guide dan pengelola beberapa situs wisata .















DAFTAR PUSTAKA



http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/14/11/12/newsnu-menko-kemaritiman-indonesia-akan-kembangkan-24-pelabuhan

http://www.academia.edu/5418541/MAKALAH_WSBB_-_PEMBANGUNAN_BENUA_MARITIM_INDONESIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar