Tema : Kemaritiman
Judul : Perkembangan Kemaritiman Indonesia terhadap Pariwisata
PENDAHULUAN
Sejarah yang mengkaji masalah
kemaritiman (maritime history), biasanya mempunyai bidang-bidang kajian seperti
perdagangan laut, teknologi kelautan, perompakan, nelayan, pelabuhan, dan
sebagainya. Sudah barang tentu, pengkajian terhadap sejarah maritim ini juga
terkait dengan aspek-aspek lain seperti kota pelabuhan, kepariwisataan, maupun
masalah-masalah yang terjadi di sekitar daerah pesisir atau pantai.
Selanjutnya, untuk memahami eksistensi sebuah pelabuhan, maka perlu memahami
arti pelabuhan itu sendiri, sehingga dapat diketahui peran apa yang dimainkan
oleh sebuah pelabuhan. Pelabuhan mempunyai empat arti, yaitu : Pertama, arti
ekonomis karena pelabuhan mempunyai fungsi sebagai tempat ekspor impor dan
kegiatan ekonomi lainnya yang saling berhubungan sebab akibat . Kedua, arti
budaya karena pelabuhan menjadi tempat pertemuan berbagai bangsa, sehingga
kontak-kontak sosial budaya dapat terjadi dan berpengaruh terhadap masyarakat
setempat. Ketiga, arti politis karena pelabuhan mempunyai nilai ekonomis dan
merupakan urat nadi negara, maka harus dipertahankan.
Keempat, arti geografis karena
keterkaitannya dengan lokasi dan syarat-syarat dapat berlangsungnya suatu
pelabuhan.Pelabuhan merupakan sebuah sistem jaringan kerja yang saling terkait
antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Suatu hal yang jarang
dibahas adalah bagaimana sistem jaringan yang saling terkait ini terkait dengan
suatu jaringan lain yaitu sistem pariwisata. Perubahan utama dalam sistem
pelabuhan biasanya terkait dengan adanya laju arus barang yang semakin
meningkat. Hal ini berakibat kebutuhan akan efektivitas dan efisiensi pelabuhan
semakin terdesak untuk segera dipenuhi. Peralatan dan tata kerja pelabuhan
harus segera disempurnakan . Pelabuhan harus dimodernisasi. Modernisasi ini
tidak lain bertujuan untuk meningkatkan peran ekonominya. Lalu, bagaimana
pariwisata bisa berperan dalam meningkatkan peran ekonomi suatu pelabuhan,
pelabuhan harus dimodernisasi .
ISI
Dalam pertemuan yang membahas investasi antara
Indonesia dan Amerika Serikat di Jakarta, Rabu (12/11), Menteri Koordinator
Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo menyatakan bahwa pemerintah akan
mengembangkan pelabuhan baru di Indonesia. Hal ini sejalan dengan target
pemerintah ke depan untuk membangun Indonesia menjadi poros maritim dunia.
"Pertama adalah pelabuhan, kami akan mengembangkan 24 pelabuhan,"
jelas Indroyono di depan hadirin. Menko Indroyono mencontohkan pembangunan
Pelabuhan Tanjung Priok. "Di tahun 2009 tanjung priok mendapat 3.6 juta
(dolar AS). Targetnya di tahun 2017 akan meningkat jadi 15 juta,"
jelasnya. Selain itu, untuk mendukung kerjasama yang baik antara AS dan
Indonesia, pertemuan ini merangkum tiga poin rekomendasi untuk pemerintah
Indonesia. Poin pertama adalah keinginan untuk meningkatkan komunikasi antara
pemerintah dan pelaku bisnis guna membahas berbagai masalah yang berhubungan
dengan kebijakan. Kedua adalah himbauan untuk menghormati status hukum kontrak
yang berlaku dan kepastian hukum. Poin terakhir adalah perlunya upaya untuk
memastikan kemudahan dalam melakukan bisnis berkaitan dengan perijinan,
infrastruktur, dan prosedur.
Visi Maritim Pemerintahan
Baru Terhadap Perekonomian dan Bisnis
Presiden dan wakil presiden terpilih
Joko Widodo-Jusuf Kalla akan mampu memaksimalkan potensi sumber daya maritim
Indonesia. Dengan catatan, Jokowi-JK harus membuat kebijakan sesuai dengan
permasalahan yang dihadapi di sektor maritim. Jamaluddin mengatakan, Indonesia
memiliki banyak keunggulan di bidang maritim. Hal itu karena Indonesia menjadi
pusat keanekaragaman hayati laut di dunia dan memiliki jumlah pulau yang besar
serta menegaskan sebagai negara kepulauan. Potensi laut kita sangat besar.
Kalau dioptimalkan bisa 65 juta ton per tahun, dan sekarang baru sekitar 14
juta ton per tahun. Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang luar biasa
besar. Besarnya SDM itu diperkuat dengan posisi geografis dan geokonomi
Indonesia di posisi paling strategis di dunia karena menghubungkan dua
samudera, Hindia dan Pasifik. Kalau konsep tol laut yang diusung Jokowi-JK bisa
berjalan, maka akan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Di luar
itu, Indonesia juga memiliki sumber daya laut di luar keanekaragaman hayati
yang potensial dijadikan sumber daya energi. Energi arus laut dapat
dimanfaatkan untuk menyediakan energi sehingga krisis energi dapat dihindari
oleh Indonesia. Meski begitu, pemerintah selanjutnya juga harus menyadari
adanya sejumlah hambatan dalam mengeksplorasi seluruh potensi maritim
Indonesia.
Diantaranya adalah rendahnya
kualitas SDM yang harus diperkuat dengan berbagai cara, misalnya membangun
pusat pendidikan untuk masyarakat nelayan di wilayah pesisir. Peningkatan
kualitas SDM itu akan meningkatkan juga daya saing dengan cara kemampuan
memanfaatkan teknologi kemaritiman. Setelah ada peningkatan kemamuan,
Jamaluddin berharap ada peningkatan jumlah produksi maritim Indonesia. Meski begitu,
pemerintah selanjutnya juga harus menyadari adanya sejumlah hambatan dalam
mengeksplorasi seluruh potensi maritim Indonesia, manajemen dilihat dalam
perspektif suatu cara untuk mengendalikan dan mengembangkan suatu sistem
ekonomi dengan melakukan pengaturan terhadap fungsi-fungsi sistem pelabuhan
seefisien mungkin. Selain itu sistem pelabuhan juga didukung oleh para pelaku
di pelabuhan seperti pejabat dan pegawai pelabuhan, buruh pelabuhan, pedagang,
konsumen, dan produsen, serta masyarakat yang hidup di sekitar pelabuhan.
Manajemen itu sendiri tidak dapat mengabaikan pendekatan sistem untuk melihat
variabel yang saling terkait dan terpengaruh. Dalam konteks ini, peluang bisa
diupayakan dengan menyamakan visi dan misi wisata pelabuhan. Dinas dan instansi
terkait perlu melakukan kerjasama dan usaha untuk menggali potensi yang ada.
Sementara seluruh pelaku bisnis yang terlibat dalam aktivitas pelabuhan juga
perlu disadarkan pentingnya sisi wisata di pelabuhan, sehingga mereka akan
mendukung kegiatan wisata pelabuhan. Pengaturan aktivitas wisata dengan
perangkat peraturan formal sangat penting untuk mengikat dan mempertegas
kegiatan wisata di pelabuhan dan mendapat dukungan formal dari para pelaku
bisnisnya.
PENUTUP
Indonesia sebagai negara maritim , yang mempunyai wilayah
laut lebih besar daripada darat sudah tentu membutuhkan pengkajian yang lebih
mendalam terhadap masalah kelautan, sehingga potensi kelautan Indonesia akan
dapat diungkapkan dan diketahui secara komprehensif, termasuk dari sisi sejarah
maupun pariwisata. Potensi maritim belum mendapatkan prioritas penanganan secara proporsional sehingga berbagai kendala tidak dapat
diatasi secara tuntas, terutama menyangkut upaya memelihara langkah dan
keterpaduan pembangunan . Pembangunan maritime memerlukan sistem pengelolaan
terpadu wilayah pesisir dan lautan . Terdapat berbagai kendala umum yang muncul
dalam rangka pemanfaatan laut wilayah nusantara untuk meningkatkan
kesejahteraan rakyat , terkait dengan fungsi dan kedudukan laut , seperti
kurangnya tenaga ahli , belum meratanya kegiatan industri, maupun belum adanya
pengaturan dan pengelolaan yang baik. Namun secara umum peluang bisnis wisata
di pelabuhan ini tidak banyak dipikirkan secara serius, apalagi dengan
mendudukkan bisnis ini dalam manajemen pelabuhan.
Wisata maritim atau wisata laut, khususnya wisata pelabuhan
yang sekarang berlangsung terkesan di atur seadanya, sehingga potensi yang
besar tidak tergali. Keindahan alam, proses ekonomi, kondisi fisik, keberadaan
kapal-kapal besar dengan berbagai peralatannya yang ada di pelabuhan perlu di
atur dan dijual kepada wisatawan. Pelabuhan sebenarnya telah menawarkan
pengetahuan, situs historis, pantai dan lingkungan pelabuhan yang indah,
sehingga sangat berpotensi untuk mengembangkan wisata ilmu pengetahuan, wisata
sejarah, dan wisata maritim/pelabuhan. Apabila potensi ini bisa dikembangkan,
maka efek positif yang pertama adalah pelabuhan bisa mengembangkan konsep
pemberdayaan karena bisa menjadi guide dan pengelola beberapa situs wisata .
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/14/11/12/newsnu-menko-kemaritiman-indonesia-akan-kembangkan-24-pelabuhan
http://www.academia.edu/5418541/MAKALAH_WSBB_-_PEMBANGUNAN_BENUA_MARITIM_INDONESIA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar